Mengembangkan aplikasi mobile native Android sebagai ekstensi dari platform keamanan Wazuh SIEM. Aplikasi ini menjawab tantangan mobilitas tim SOC (Security Operations Center) dengan menghadirkan monitoring real-time dan analisis insiden berbasis AI langsung di genggaman, memungkinkan respon insiden yang lebih cepat tanpa harus terikat pada dashboard desktop.
Berikut adalah tampilan antarmuka aplikasi Wazuh Mobile Monitor, mulai dari registrasi hingga monitoring:
1. Create Account
Form registrasi user baru yang terhubung ke database backend untuk manajemen sesi.
2. Config Guide
Panduan in-app untuk membantu user mengonfigurasi `opensearch.yml` agar Wazuh Indexer dapat diakses oleh API.
3. Secure Login
Halaman login aman dengan validasi kredensial Wazuh API dan Indexer API.
4. Main Dashboard
Pusat monitoring yang menampilkan status koneksi API, total event harian, dan ringkasan agen aktif.
5. AI Security Insight
Fitur Unggulan: Analisis otomatis menggunakan OpenAI yang merangkum ribuan log menjadi "Security Overview" (Analisis Ancaman & Rekomendasi).
6. Threat Feed
List log insiden real-time yang rapi dengan indikator warna (Level 1-15) untuk prioritas penanganan.
7. Push Alert
Notifikasi Real-time via FCM saat terdeteksi ancaman Level Tinggi (contoh: Auth Failed Level 5) langsung ke status bar.
8. Multi-Server Manager
Manajemen banyak server Wazuh dan pengaturan ambang batas (Threshold) notifikasi sesuai preferensi user.
Proses analisis AI membutuhkan waktu lama (>30 detik), menyebabkan Connection Timeout dan error pada aplikasi mobile.
🟢 Solusi:Melakukan tuning pada konfigurasi Gunicorn (--timeout 300 --keep-alive 60) dan memaksa protokol HTTP/1.1 pada sisi Android Client untuk menjaga stabilitas koneksi jangka panjang.
Notifikasi seringkali tidak sinkron saat user berganti perangkat atau melakukan instalasi ulang (Token FCM berubah).
🟢 Solusi:Mengimplementasikan logika sinkronisasi token otomatis pada lifecycle onCreate aplikasi, memastikan server selalu memiliki alamat tujuan notifikasi yang valid.